Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia genap satu tahun pada 2 Maret 2021 ini. Dalam setahun ini, optimisme Indonesia untuk segera pulih dari pandemi sangat tinggi. Perbaikan sistem kesehatan termasuk 3T (Testing, Tracing, dan Treatment), terus dijalankan. Percepatan vaksinasi dan refocusing annggaran yang difokuskan untuk penanganan pandemi mulai dari pencegahan, pemeriksaan, pengobatan dan pemulihan ekonomi pasca penanganan pandemi diharapkan dapat tepat sasaran sehingga memberikan optimisme bahwa Kabupaten Wonogiri pada khusunya dan Indonesia akan segera kembali ke pulih lebih cepat.

Sejak informasi virus corona (COVID19) muncul, RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri telah melaksanakan persiapan dan antisipasi kesiagaan sesuai arahan dari Kementeria Kesehatan RI.

RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso sebagai satu-satunya rumah sakit umum daerah Tipe B milik Pemda Wonogiri, mempunyai kompetensi yang memadai untuk penanganan kasus-kasus rujukan dari rumah sakit lain termasuk untuk rujukan Covid. Dalam penanganan Covid 19 selama ini telah disusun kebijakan, protap, alur pelayanan, prosedur keselamatan bagi petugas, pedoman praktek klinik dan sebagainya sesuai dengan peraturan perundangan tentang mutu layanan dan keselamatan pasien. Dengan demikian maka pelayanan pasien baik covid maupun non covid akan terjamin mutunya, dan prinsip keselamatan pasien menjadi standart utama. Alur pelayanan pasien covid dan non covid tidak saling berpengaruh dan mengganggu karena sudah ada standart dan pedomannya masing-masing. Bahkan zonasi dan jalur perawatannyapun berbeda.

Kilas balik 1 tahun yang lalu sejak ditetapkan tanggap darurat penanganan Covid-19 di Kabupaten Wonogiri, RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso memberlakukan ketentuan

  1. Memberlakukan tidak ada jam bezoek atau pasien rawat inap tidak boleh dibezoek
  2. Pasien Poliklinik hanya boleh diantar satu orang
  3. Mengurangi menumpuknya antrian Poliklinik diberikan jarak untuk tempat duduk/antrian dan disediakan cuci tangan,
  4. Pendaftaran on line sangat dianjurkan untuk pasien.
  5. Seluruh area rumah sakit wajib menggunakan masker
  6. Pengetatan pintu masuk rumah sakit untuk menjaga mobilitas manusia sehingga dapat terkontrol dengan baik agar terhindar / mengantisipasi penyebaran virus.
  7. Penambahan bangsal fasilitas pelayanan pasien Covid untuk kasus sedang sampai dengan berat;
  8. Penyediaan obat-obatan dan alat kesehatan yang memadai untuk mendukung percepatan penanganan dan pengobatan pasien.

Dr. Setyarini, M.Kes Direktur RSUD Wonogiri menyampaikan bahwa sudah 1 tahun kita berjuang, namun jangan berhenti disini karena wabah ini perlu dituntaskan, mari tak henti-hentinya kita bekerja sama bahu membahu agar wabah ini segera dapat diatasi, dari perilaku hidup sehat kita bersama dan selalu menerapkan protokol kesehatan. Monggo nyawiji sesarengan lawan Covid-19 di Kabupaten Wonogiri.

Lebih lanjut beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian Bapak Bupati Wonogiri yang memberikan dukungan penuh bagi seluruh penyelenggara pelayanan Covid-19 di RS lini 2, RSUD Wonogiri, serta ucapan terima kasih atas dukungan moral dan material seluruh masyarakat sehingga dapat bersama-sama menanggulangi wabah ini. itu semua wujud penyemangat kami untuk dapat selalu bekerja keras sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Dilema dan kendala selalu ada dalam upaya penanganan covid-19 di RSUD Wonogiri, namun berkat dukungan dari semua pihak khususnya seluruh Civitas Hospitalia RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri semua permasalahan dan kendala dapat teratasi.

Trend pasien Covid-19 sangat fluktuatif dan tidak dapat diprediksi, semua sudah diupayakan pencegahan dan penanganannya oleh Pemkab Wonogiri, yang pasti bagi RSUD Wonogiri selalu siap dalam kondisi apapun untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Saat ini RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri sudah memiliki Laboratorium Biosafety level 2 untuk penyiapan pemeriksaan dengan meggunakan mesin PCR, sehingga dapat melaksanakan tes  RT-PCR sendiri.  Alat tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat dan sudah terinstal beberapa waktu lalu dan izin juga sudah keluar, sehingga segera bisa digunakan untuk kepentimgan tracing dan testing di Kabupaten Wonogiri, imbuh dr. Setyarini, M.Kes.

Harapanya dengan adanya alat PCR ini dapat mempercepat proses tracing di Kabupaten Wonogiri dan membantu melakukan diagnosa dalam pengobatan pasien Covid-19 di RSUD Wonogiri dengan lebih cepat dan tepat.

Kalau dulu kita harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan hasil tes PCR, sekarang bisa satu hari sudah mendapatkan hasilnya.

Saat ini RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso juga berpartisipasi dalam melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat yang dilaksanakan di Rumah Dinas dan sesuai arahan Dinas Kesehatan Kab. Wonogiri.

Sebagai informasi dr. Setyarini, M.Kes menambahkan bahwa masyarakat jangan takut untuk berobat ke rumah sakit, karena kami telah melakukan prosedur yang ketat dalam penanganan pasien Covid-19, sehingga pasien dengan keluhan sakit yang lain tidak perlu takut, gunakan fasilitas kesehatan milik pemerintah kabupaten Wonogiri ini dengan baik, pelayanan seluruh dokter spesialis, palayanan radiologi, laboratorium, Farmasi, Hemodialisa, Polikinik Rawat Jalan, Ruang perawatan kelas III, Kelas II, Kelas I dan VIP dll tetap buka.

Bahkan sejak tahun ini, RSUD Wonogiri menambah pelayanan baru yaitu Dokter Spesialis Jantung, dengan dukungan peralatan kesehatan yang baik yaitu Echocardiografi, CT Scan, serta sedang dipersiapkan fasilitas Fisiotherapi untuk penderita jantung. Dengan demikian dapat mencukupi kebutuhan layanan dan tentu akan bermanfaat bagi masyarakat Wonogiri.

Sedikit informasi kapada masyarakat bahwa penanganan pasien Covid-19 memiliki alur yang berbeda dengan penanganan pasien umum lainnya, sebagai contoh ketika masuk IGD untuk pasien dengan indikasi Covid-19 akan ditempatkan di Triase Covid-19 dan pasien lain dipisahkan di IGD reguler. Ruang perawatan juga berbeda, untuk pasien Covid-19 dirawat di ruang isolasi Covid-19. Demikian pula untuk penanganan Penunjang layanan, dilakukan prosedur khusus yang berbeda dengan pasien umum lainnya seperti dalam pemeriksaan radiologi khusus pasien Covid menggunkan mobile X-Ray yang dibawa masuk langsung ke ruang perawatan pasien covid dengan prosedur khusus.

 

(humas rssms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *